Lebih lanjut dari sisi belanja, kinerja belanja negara semakin produktif dengan realisasi mencapai Rp 2.660,5 triliun atau tumbuh 19% yoy hingga kuartal III-2026. Realisasi belanja ini terjadi dari belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp 2.061,3 triliun atau tumbuh 29,6% yoy, sementara transfer ke daerah tercatat sebesar Rp 599,2 triliun.
"Realisasi belanja dipengaruhi antara lain oleh pelaksanaan program MBG, penyaluran bansos reguler, PBI, PBI JKN, kartu sembako, PKH dan KIP serta PIP serta KIP kuliah. Selain itu juga pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, layanan pendidikan, pembayaran manfaat pensiun, subsidi serta kompensasi BBM dan listrik," paparnya.
Terkait belanja bantuan sosial, Suahasil mengatakan hingga akhir kuartal III-2026 realisasi program Keluarga Harapan (PKH) sudah mencapai Rp 21,8 triliun. Sementara realisasi program bansos Sembako sudah mencapai Rp 28,2 triliun, dan Program Indonesia Pintar (PIP) mencapai Rp 11,1 triliun.