"Sebagai agent of development, APBN diarahkan untuk mengakselerasi pelaksanaan program prioritas, termasuk program makan bergizi gratis yang telah terealisasi Rp 153,2 triliun pada akhir bulan September 2026 yang diterima oleh 57 juta penerima manfaat," terangnya.
Sementara di sisi pembiayaan, realisasi hingga kuartal III-2026 mencapai Rp 462 triliun atau tumbuh 0,4% yoy. Suahasil menegaskan bahwa realisasi pembiayaan ini dikelola secara pruden dan terukur dengan tetap memperhatikan likuiditas pemerintah serta dinamika pasar keuangan.
"Pengelolaan pembiayaan juga didukung oleh pembiayaan investasi yang dikelola untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat dalam mendukung akselerasi pangan, pertanian, perumahan, pendidikan, dan infrastruktur," tegas Suahasil.