NADIKABAR.COM — Apple kembali memancarkan peringatan keamanan tingkat tinggi (threat notification) kepada para pengguna iPhone di 110 negara. Peringatan darurat ini dikirimkan setelah Apple mendeteksi adanya upaya peretasan berbasis mercenary spyware canggih yang menyasar individu-individu tertentu secara spesifik.

Peringatan keamanan ini pertama kali diungkap oleh peneliti siber, Costin Raiu, yang mencatat bahwa gelombang ancaman kali ini terpisah dari insiden serupa pada Agustus lalu. Serangan siber ini dilaporkan menyasar jurnalis, pembuat film dokumenter, aktivis, diplomat, hingga anggota parlemen (seperti anggota Bundestag di Jerman).

Berbeda dari kejahatan phishing massal, peretasan mercenary spyware ini bekerja secara sangat spesifik dan canggih:

Hingga saat ini, pihak Apple belum membeberkan identitas kelompok peretas di balik serangan tersebut maupun celah keamanan spesifik yang dieksploitasi. Apple menegaskan bahwa kerahasiaan metode deteksi internal sangat penting agar para peretas tidak menemukan celah untuk mengubah strategi atau menghindari sistem keamanan iOS.

"Sifat serangan mercenary spyware yang sangat spesifik dan berjangka pendek membuatnya sangat sulit dideteksi dan dicegah," ungkap pihak Apple dalam panduan keamanannya.

Guna melindungi data pengguna yang menjadi target peretasan berisiko tinggi, Apple merekomendasikan beberapa langkah perlindungan darurat:

Meskipun Apple tidak mengonfirmasi secara publik apakah ada perangkat yang berhasil dibobol penuh, otoritas keamanan siber mengimbau para penerima notifikasi untuk memperlakukan perangkat mereka sebagai potensi yang telah terdampak, demikian dikutip NadiKabar dari Techspot, Selasa (3/11/2026).