NADIKABAR.COM — Apple meluncurkan kampanye baru bertajuk 'Stay on Safari' yang secara terang-terangan menyasar para pengguna Google Chrome di perangkat Mac.
Lewat kampanye ini, raksasa teknologi asal Cupertino tersebut menjanjikan efisiensi daya baterai hingga 5 jam lebih lama untuk streaming video, kecepatan loading halaman yang lebih gesit, hingga perlindungan privasi yang lebih ketat secara bawaan.
Langkah agresif Apple ini bertujuan untuk mengikis dominasi Chrome. Berdasarkan data StatCounter, Chrome masih menguasai pangsa pasar browser global sebesar 66,36%, sementara Safari berada di posisi kedua dengan porsi 18,27%.
Dalam kampanyenya, Apple memamerkan keunggulan efisiensi Safari yang diuji langsung pada laptop MacBook Air 15 inci M5 dengan memori 16 GB:
Keunggulan efisiensi Safari tak lepas dari kontrol penuh Apple atas perangkat keras dan perangkat lunaknya. Apple mengembangkan mesin WebKit yang dioptimalkan secara khusus untuk memaksimalkan performa chipset Apple Silicon (seri M).
Sebaliknya, Google Chrome yang dibangun di atas arsitektur Chromium kerap menuai kritik terkait konsumsi RAM yang tergolong tinggi. Belakangan, Chrome juga sempat disorot akibat fitur AI terbarunya yang secara otomatis mengunduh model Gemini Nano berukuran 4 GB di latar belakang.
Dari segi keamanan, Safari mengandalkan fitur Intelligent Tracking Prevention serta pemblokiran third-party cookies secara otomatis tanpa menuntut pengguna mengubah atau menyetel pengaturan privasi secara manual.
Meski Safari menawarkan daya tahan baterai dan privasi yang menggiurkan, merebut pengguna setia Chrome bukanlah tugas mudah. Google Chrome masih memiliki keunggulan praktis yang sangat sulit ditandingi:
Bagi para pengguna Mac, penawaran Apple ini menjadi pertimbangan menarik: apakah efisiensi baterai dan kecepatan ekstra Safari cukup kuat untuk menggantikan kenyamanan ekosistem Chrome yang sudah biasa digunakan sehari-hari, demikian dikutip NadiKabar dari Techspot,Senin (19/10/2026).