"Pemerintahan Trump tidak boleh melanjutkan usulan penjualan jet tempur F-35 ke Arab Saudi ketika komunitas intelijen kita sendiri memperingatkan bahwa hal itu dapat menempatkan mahkota teknologi militer Amerika dalam jangkauan China," kata Raja Krishnamoorthi, politisi Partai Demokrat, di media sosial.
"Beijing menghabiskan waktu puluhan tahun mencuri kekayaan intelektual dan teknologi Amerika untuk mengejar ketertinggalan dari AS dan kita tak boleh membantu mereka melakukannya. Kita tak boleh menjual jet tempur tercanggih kita ke mana pun di mana Partai Komunis China mungkin bisa mendapat teknologi di dalamnya," imbuhnya.
New York Times mengutip pernyataan para pejabat AS mengatakan bahwa analis intelijen memunculkan kemungkinan China bisa mendapatkan teknologi F-35 melalui aktivitas mata-mata di Arab Saudi atau melalui kemitraannya dengan kerajaan tersebut.
Pada masa jabatan keduanya, pemerintahan Trump memprioritaskan penjualan senjata ke Kerajaan tersebut sebagai penerima terbesar persenjataan AS.