Pekan lalu, sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan Aramco tengah mempertimbangkan pemberian diskon untuk minyak yang dimuat dari Oman guna mengompensasi pembeli atas kenaikan biaya angkut yang mencapai rekor. Langkah itu dilakukan untuk mempertahankan pangsa pasar setelah gangguan ekspor akibat perang AS-Israel melawan Iran.
Tiga sumber dari perusahaan kilang Asia yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan pemangkasan OSP tersebut tampaknya ditujukan untuk mengompensasi pembeli atas tingginya biaya pengangkutan.
Berdasarkan data LSEG, biaya menyewa kapal tanker minyak raksasa (very large crude carrier/VLCC) yang mampu mengangkut 2 juta barel minyak dari Teluk ke China mencapai US$ 1,2 juta per hari pada Jumat. Angka tersebut melonjak dibandingkan sekitar US$ 80.000 per hari pada tahun sebelumnya.
Salah satu sumber juga mengatakan penurunan OSP dapat mengompensasi waktu tunggu serta perjalanan yang lebih lama untuk minyak Saudi yang diekspor melalui pelabuhan Sidi Kerir di Mesir. Pemuatan kargo di pelabuhan tersebut mengalami penundaan.