"Ya itu, karena saya takut habis nyerempet taksi, dikejar massa. Saya takut nanti diamuk massa, saya berusaha kabur, ternyata malah terjadi kecelakaan yang menewaskan orang," kata ENR.

Polisi juga menyebut ENR sempat marah-marah kepada orang yang mendatangi lokasi kecelakaan.

"Marah-marah ke orang-orang yang datang ke TKP, namanya orang mabuk," kata Galih.

"Kalau melawan petugas tidak ada," imbuhnya.

Setelah meninggalkan lokasi tabrakan pertama, ENR melaju menuju Jalan Gubernur Suryo. Di sekitar Alun-Alun Surabaya, Outlander kembali mengalami kecelakaan.

Kendaraan tersebut menabrak RPK yang sedang menaikkan barang ke Mitsubishi L300 miliknya yang terparkir di lokasi.

Adik korban, Putri Nabila, mengatakan RPK saat itu sedang bekerja membongkar perlengkapan acara. Karena fokus bekerja, korban tidak menyadari ada kendaraan yang melaju dari belakang.

"Mas RPK lagi loading bongkar event karena semua lagi fokus pekerjaan bongkaran makanya nggak ada yang tau kalau dari belakang itu ada mobil kenceng," kata Putri saat dihubungi NadiKabar, Rabu (26/8/2026).

Menurut Putri, sebelum menabrak RPK, Outlander sempat menyerempet taksi. Kendaraan itu kemudian melaju kencang karena pengemudi berusaha menghindari massa.

"Yang bawa mobil tante-tante habis mabuk itu dan habis nyerempet taksi, setelah itu langsung posisi dia kenceng kabur dari amukan massa malah kena Mas RPK," tuturnya.

RPK disebut masih melihat ke arah mobil box ketika kendaraan ENR datang sehingga tidak sempat menghindar.

"Mas RPK itu posisi masih melihat ke dalam mobil box, jadi Mas RPK nggak sempat ngehindar. Kendaraan juga laju cepat jadi cuma noleh aja," ungkap Putri.

Akibat kecelakaan tersebut, RPK mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke UGD RSUD Dr Soetomo Surabaya.

"Mas RPK mengalami luka di pangkal hidung dekatnya mata kiri karena ketusuk ujung besi scaffolding kira-kira sepanjang jempol tangan," jelas Putri.

Berdasarkan diagnosis dokter, korban mengalami trauma otak, cedera saraf punggung, serta benturan keras di bagian belakang kepala.

Tim medis sempat berupaya memberikan pertolongan, tetapi nyawa RPK tidak tertolong.

"Di UGD diusahakan sama dokter untuk pacu jantung dan kasih bantuan napas oksigen, tapi nihil. Jam 04.15 WIB pagi dinyatakan MD (meninggal dunia)," tutur Putri.