Rita menyebut saat ini pihaknya juga tengah mendalami sosok pria yang diduga menghubungi ART melalui panggilan video saat terjadinya dugaan pencabulan terhadap korban tersebut.

"Kita sedang kembangkan kepada orang yang menghubungi si ART ya, supaya dia mau mengirimkan konten dan lain-lain, itu yang sedang sekarang kita kembangkan," tutur dia.

Sebelumnya, seorang anak laki-laki berinisial DKA (5) diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh asisten rumah tangganya inisial IP di Matraman, Jakarta Timur.

Dugaan pelecehan seksual terhadap anak berkebutuhan khusus itu telah dilaporkan oleh ibu korban ke Polres Metro Jakarta Timur pada Selasa (12/10).