NADIKABAR.COM — Amerika Serikat mengalami gelombang panas tak biasa di bulan Oktober 2026. Kondisi ini mengancam pembangkit listrik di 13 negara bagian.
Diberitakan Foxnews, Kamis (29/10/2026) pemerintahan Trump mengeluarkan perintah darurat untuk mencegah potensi blackout atau mati listrik di 13 negara bagian karena kenaikan temperatur bulan Oktober. Ada 60 juta orang Amerika yang bisa terdampak kalau ada mati listrik massal.
Departemen Energi AI memerintahkan PJM Internnection, operator gardu regional untuk menggunakan kekuatan listrik tambahan karena naiknya kebutuhan listrik seiring perawatan terjadwal pada pembangkit dan fasilitas tambahannya.
Perintah ini berlaku sejak Jumat, 16 Oktober lalu sesuai aturan dari UU Tenaga Listrik Federal. Beberapa pembangkit listrik boleh beroperasi melebihi kapasitas normal untuk menjaga suplai listrik.
PJM melayani area Delaware, Illinois, Indiana, Kentucky, Maryland, Michigan, New Jersey, North Carolina, Ohio, Pennsylvania, Tennessee, Virginia, West Virginia dan Washington, D.C. PJM mengatakan kondisi darurat ini tidak mengganggu konsumen, namun mereka waspada dengan kesiapan gardu menghadapi pola cuaca yang tidak bisa diprediksi yang berdampak pada kebutuhan listrik.
Jubir PJM, Jeff Shields mengatakan kebutuhan listrik tumbuh lebih cepat daripada kemampuan pembangkit menghasilkan listrik, apalagi dengan kondisi cuaca yang tidak bisa diprediksi.
"Untuk memastikan jutaan keluarga dan usaha di Amerika sepanjang mid-Atlantic bisa mendapat listrik aman, bisa diandalkan dan terjangkau, maka ada tambahan produksi listrik termasuk tenaga cadangan sesuai kebutuhan," kata Menteri Energi AS Chris Wright.
Chris mengatakan pada 2030, Amerika diproyeksi akan kehilangan kemampuan 104 Gigawatt dari pembangkit yang sudah tua dan mesti diganti. Kehilangan ini baru tergantikan 22 Gigawatt. 84 Proyek bari disiapkan di 8 negara bagian senilai USD 581 juta untuk menambah kapasitas 2,5 Gigawatt.