"Meski demikian, jumlah titik panas harian di Kalimantan Tengah menurun signifikan dibandingkan pemantauan pada 15 Oktober 2026, dari 485 titik menjadi 26 titik. Perkembangan ini menunjukkan penurunan jumlah titik panas yang terdeteksi di wilayah tersebut, meskipun potensi karhutla tetap perlu diwaspadai," ujar Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani.

BMKG memprakirakan sejumlah wilayah seperti Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Kalimantan, masih mengalami kondisi relatif kering pada 17-24 Oktober 2026 seiring dengan rendahnya potensi pertumbuhan awan hujan.

Sementara itu, peluang pertumbuhan awan hujan lebih dari 70 persen masih berpotensi muncul di sejumlah wilayah, terutama Sumatra bagian utara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.

"Sementara pola angin pada lapisan atmosfer 925-500 hektopaskal secara umum didominasi angin dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 5-34 knot. Pola tersebut memengaruhi arah pergerakan dan penyebaran asap karhutla sekaligus berperan dalam proses pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia," ujarnya.