NADIKABAR.COM — Arab Saudi memangkas harga minyak untuk penjualan ke Asia pada November ke level terendah dalam enam tahun. Di mana Arab Saudi menetapkan harga jual resmi (official selling price/OSP) minyak mentah Arab Light untuk Asia pada November sebesar US$ 5 per barel di bawah rata-rata harga Oman dan Dubai. Harga tersebut turun US$ 3 per barel dibandingkan bulan sebelumnya.
Lantas, apakah Indonesia bakal membeli minyak dari Arab Saudi?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia belum memberikan kepastian apakah Indonesia akan membeli minyak mentah dari Arab Saudi untuk memanfaatkan diskon harga yang diberikan kepada pasar Asia pada November 2026.
Bahlil menegaskan, pemerintah tidak membatasi pembelian minyak dari berbagai negara. Ia mengatakan pemerintah membuka peluang pembelian minyak dari berbagai sumber, asalkan transaksi tersebut menguntungkan negara dan tidak melanggar aturan.
"Intinya begini. Bagi kita, bagi kita adalah dari manapun sumber minyaknya, selama itu efisien untuk kebaikan negara, dan tidak melanggar aturan, maka itu akan menjadi prioritas negara," kata Bahlil di Djakarta Theater, Senin (12/10/2026).
Sebelumnya, dilansir dari Reuters, Senin (5/10/2026), Arab Saudi menetapkan harga jual resmi OSP minyak mentah Arab Light untuk Asia pada November sebesar US$ 5 per barel di bawah rata-rata harga Oman dan Dubai. Harga tersebut turun US$ 3 per barel dibandingkan bulan sebelumnya.