Berdasarkan data LSEG, biaya menyewa kapal tanker minyak raksasa (very large crude carrier/VLCC) yang mampu mengangkut 2 juta barel minyak dari Teluk ke China mencapai US$ 1,2 juta per hari pada Jumat. Angka tersebut melonjak dibandingkan sekitar US$ 80.000 per hari pada tahun sebelumnya.
Salah satu sumber juga mengatakan penurunan OSP dapat mengompensasi waktu tunggu serta perjalanan yang lebih lama untuk minyak Saudi yang diekspor melalui Pelabuhan Sidi Kerir di Mesir. Pemuatan kargo di pelabuhan tersebut mengalami penundaan.
Sejak September, Aramco telah menjual jutaan barel minyak mentah melalui transfer antarkapal (ship-to-ship) di luar Selat Hormuz. Langkah tersebut mendorong kembali arus minyak yang melewati jalur strategis tersebut ke level sebelum konflik.
Arab Saudi juga kembali melakukan pemuatan minyak di Pelabuhan Yanbu di Laut Merah setelah sempat dihentikan akibat serangan drone yang menyebabkan pipa minyak East-West, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak Saudi, ditutup.
Sementara itu, Aramco menaikkan OSP minyak mentah untuk kawasan Eropa Barat Laut sebesar US$ 3 per barel untuk seluruh jenis minyak pada November. Aramco mempertahankan harga minyak untuk pembeli di Amerika Serikat pada level yang sama.