"Ini medali perunggu pertama yang saya dapatkan sepanjang keikutsertaan saya di Asian Para Games. Biasanya saya selalu memperebutkan emas dan perak," ujar Widi saat ditemui di area mixed zone Nagoya City Trade and Industry Center.
"Kondisi saya belum pulih 100 persen karena cedera bahu. Namun, saya berusaha semaksimal mungkin menaikkan beban angkatan di setiap sesi karena ingin memperbaiki world ranking demi mengamankan tiket ke Paralimpiade Los Angeles" lanjutnya.
Selain faktor cedera, ia juga menyoroti peta persaingan di kelasnya yang kini semakin ketat dengan hadirnya deretan atlet muda.
"Sekarang di kelas saya banyak sekali atlet muda. Saya dan atlet asal China rasanya sudah seperti legenda di antara mereka. Namun, saya bersyukur masih bisa menjaga performa dan bersaing dengan atlet-atlet muda ini," katanya.
Mengenai kelanjutan kariernya, Widi mengisyaratkan bahwa edisi kali ini kemungkinan besar menjadi penampilan terakhirnya di Asian Para Games. Kendati demikian, fokus utamanya saat ini adalah memulihkan kondisi fisik bersama tim medis dan mengejar poin kualifikasi menuju Paralimpiade Los Angeles (LA) 2028.
"Saya punya tim medis dan fisioterapis di Solo yang terus mendampingi pemulihan bahu saya. Target utama saya saat ini adalah fokus menyembuhkan cedera dan mengejar peringkat dunia agar bisa lolos ke Paralimpiade LA dua tahun lagi, yang kemungkinan akan menjadi Paralimpiade kelima sekaligus penutup karier saya," jelasa Widi.