Suasana wawancara mendadak emosional ketika ditanya mengenai sosok yang menjadi motivasi utamanya. Sambil menahan tangis, Widi mendedikasikan raihan medali tersebut untuk keluarga serta mendiang ibundanya.

Ia mengenang kenangan pahit dua tahun lalu saat berlaga di Paralimpiade Paris, dimana sang ibu berpulang hanya dua pekan sebelum hari pertandingan. Kehilangan tersebut sempat membuat mental bertandingnya terguncang hingga gagal membawa pulang medali.

"Waktu Paralimpiade Paris, dua minggu sebelum tanding ibu saya meninggal dunia. Mental saya hancur dan gagal mewujudkan mimpi ibu untuk mencetak hattrick medali Paralimpiade. Namun, saya berjanji pada almarhumah, di ajang kali ini saya akan membawa pulang medali untuk beliau," ungkapnya dengan suara bergetar.

"Di mana pun Ibu berada sekarang, saya yakin beliau melihat saya hari ini. I hope she is proud of me. Medali ini khusus untuk Ibu dan keluarga di rumah," tutupnya penuh haru.

Sementara itu, atlet Indonesia lainnya di nomor yang sama, Eliana, menempati posisi ke-6 dengan angkatan terbaik 80 kilogram. Adapun andalan Indonesia di nomor 49 putra, Abdul Hadi, gagal mencatatkan angkatan sah dalam tiga kali percobaan.

Satu medali perunggu yang diraih pada hari pertama penyelenggaraan setelah upacara pembukaan kemarin ini menempatkan Indonesia untuk sementara di posisi ke-6 klasemen perolehan medali Asian Para Games 2026.