Destry menyebut total aliran dana asing yang masuk ke dua instrumen itu sekitar US$ 10-11 miliar secara year to date (ytd).
Meski begitu, ia menyampaikan saat ini masih ada pekerjaan rumah dalam mendorong dana asing masuk ke pasar modal Indonesia. Di satu sisi, ia tetap optimistis dengan pasar modal Indonesia. Destry mengatakan pasar saham Indonesia saat ini banyak ditopang oleh investor domestik, termasuk ritel.
Di sisi lain, ia menyampaikan pihaknya juga terus memperkuat transaksi menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT). Destry mengatakan tren transaksi LCT terus meningkat, terutama dalam hubungan ekonomi Indonesia dengan China dan Jepang.