"Nah yang juga kita keluarkan belakangan ini adalah kita ingin menarik asing dan kita memberikan mereka insentif dalam bentuk pengurangan untuk hedging costnya dan kalau kita lihat sekarang asing ini banyak masuk ke Indonesia. Kemudian ada yang dia jual dolarnya, kemudian dapat Rupiah, dia belilah instrument tapi masih portfolio. Karena biasa kalau dalam suatu ekonomi pada saat dia untuk menarik inflow pertama pasti masuknya ke portfolio. Once mereka udah makin yakin dia mulai masuk ke sektor riilnya," terang Destry.
"Nah sekarang itu yang kami lakukan hedging cost kita turunkan tanpa kita mengurangi BI rate kita ubah, tanpa juga kita menaikkan SRBI, tapi kita memberikan hedging cost," sambungnya.
Lihat juga Video: PT Freeport Hingga ANTAM Raih Anugerah Program Bisnis Terpuji