"Risiko pengantaran barang dan makanan berbeda dengan mengantar orang. Biaya transportasi untuk barang dan makanan juga tidak sama," kata Nezar.

Nezar menjelaskan karena perbedaan tersebut, mekanisme tarif pengantaran barang/makanan nantinya juga tidak serta-merta mengikuti pola tarif batas atas dan batas bawah seperti yang diterapkan pada layanan pengantaran orang.

Komdigi tengah mendalami berbagai komponen dalam pembentukan tarif, termasuk struktur biaya transportasi, pola layanan, hingga algoritma yang digunakan masing-masing platform dalam menentukan harga.

Nantinya, formula ini akan menjadi pedoman bagi perusahaan penyedia pengantaran barang/makanan dalam menentukan tarif layanan.

"Pedoman. Bukan kita menentukan tarifnya, tetapi pedoman untuk membuat tarifnya." ujar Nezar.