NADIKABAR.COM — Seiring persaingan AI yang memanas, perusahaan-perusahaan teknologi raksasa berlomba membangun data center yang berpolusi tinggi dan rakus energi sebanyak mungkin.

Dan sementara pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat umumnya membuka jalan dengan melonggarkan peraturan lingkungan untuk fasilitas-fasilitas semacam itu, pemerintah di negara lain tidak serta merta memberikan kelonggaran yang sama.

Seperti dilaporkan surat kabar Finlandia, Kaleva, Google mendapat kecaman karena membabat lebih dari 300 hektare lahan atau setara hampir 500 lapangan sepak bola untuk dua data center baru di utara negara Eropa tersebut tanpa menyelesaikan analisis dampak lingkungan yang diperlukan.

Meskipun proses analisis tersebut masih berlangsung, para kontraktor raksasa teknologi itu telah mulai menebang pohon di kawasan tersebut sejak beberapa bulan lalu, sehingga memicu peringatan keras dari Asosiasi Konservasi Alam Finlandia.