"Ini bisa jadi merupakan inkompetensi yang luar biasa dari perusahaan proyek Google di Finlandia, Tuike Finland Oy, atau pengabaian secara nyata terhadap undang-undang Finlandia atau kemungkinan terburuknya adalah keduanya," ujar chairman asosiasi tersebut, Hanna Halmeenpaa.
Dikutip NadiKabar dari Futurism, citra satelit menunjukkan bahwa empat lokasi berbeda telah diratakan dengan tanah untuk membangun dua data center baru tersebut.
Google menegaskan bahwa penebangan pohon yang mereka lakukan telah memenuhi persyaratan Undang-Undang Kehutanan Finlandia dan bahwa mereka telah merampungkan evaluasi lingkungan menyeluruh.
Meskipun demikian, Asosiasi Konservasi Alam Finlandia meminta pihak berwenang Finlandia menghentikan sementara aktivitas di sana hingga analisis dampak lingkungan yang sedang berjalan selesai dilakukan.