NADIKABAR.COM — Pop kesayanganmu tampil di atas panggung dengan aksesori mungil yang tampak seperti mutiara menempel di daun telinga mereka?

Aksesori itu ternyata bukan sekadar perhiasan biasa, melainkan ear seeds, tren perawatan diri yang banyak diandalkan para idol untuk meredakan rasa cemas hingga demam panggung sebelum tampil di hadapan penggemar.

Di balik estetikanya, muncul pertanyaan: bagaimana bisa stiker biji kecil di telinga berdampak pada tingkat stres di otak? Apakah ada mekanisme biologis nyata saat kita menekan telinga, atau semuanya hanya efek bentukan pikiran?

Psikiater dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), dr Lahargo Kembaren, SpKJ menjelaskan cara kerja ear seeds dari sudut pandang neuroanatomi hingga psikologi sebagai berikut.

Secara anatomi, daun telinga manusia bukanlah sekadar jaringan kulit dan tulang rawan yang pasif.

Area telinga luar, terutama bagian lekukan dalam (concha) dan benjolan depan (tragus) mendapatkan persarafan langsung dari auricular branch of the vagus nerve, salah satu cabang saraf vagus utama.

Secara teori, memberikan stimulasi pada area tersebut dapat mengirimkan sinyal ke batang otak.

Sinyal ini membantu menyeimbangkan sistem saraf otonom tim redaksi sistem simpatik (respons fight or flight saat cemas) dan sistem parasimpatik (respons relaksasi tubuh).

Namun, dr Lahargo memberi catatan, ear seeds tidak bisa disamakan dengan terapi medis transcutaneous auricular vagus nerve stimulation (taVNS) yang menggunakan impuls listrik khusus.

Ear seeds hanya memberikan tekanan mekanis biasa, sehingga efeknya tidak sekuat terapi medis tersebut.

"Ada dasar neuroanatominya karena sebagian telinga memang terhubung dengan cabang saraf vagus. Tetapi ear seeds bukan tombol "off" untuk stres, efek fisiologisnya masih perlu diteliti lebih mendalam," ucap dr Lahargo dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Senin (7/9/2026).

Di dunia kedokteran modern, manfaat relaksasi yang dirasakan saat memakai ear seeds tidak berasal dari satu faktor tunggal, melainkan kombinasi dari empat hal, yakni:

"Jadi, lebih tepat mengatakan 'ada kemungkinan manfaat', karena belum ada bukti secara evidence-based bahwa pasti efektif (menghilangkan stres)," katanya.

Meski memiliki dasar neuroanatomi dan manfaat psikologis, ear seeds harus ditempatkan pada porsinya. Metode akupresur telinga ini tergolong sebagai praktik pendamping.

Bagi seseorang yang merasa lebih rileks setelah memakainya, ear seeds aman digunakan sebagai bagian dari perawatan diri mandiri, berdampingan dengan olahraga, tidur cukup, latihan pernapasan, dan mindfulness.

Pengguna hanya perlu berhati-hati terhadap risiko iritasi kulit, pusing, atau biji pelet yang lepas dan masuk ke liang telinga.