NADIKABAR.COM — Saat memasuki pasar finansial, banyak trader pemula yang berfokus pada prediksi arah pergerakan harga dan mengabaikan satu faktor penting untuk hasil akhir portofolio, yakni efisiensi biaya transaksi, terutama spread.
Selain spread, keterbukaan terhadap total biaya transaksi menjadi kunci keberlanjutan trading jangka panjang.
Secara umum, pengeluaran trading terbagi dalam empat elemen utama, yakni spread (selisih bid-ask), komisi (biaya membuka/menutup posisi), swap (biaya menginap), dan pajak (kewajiban fiskal negara).
Dari keempat elemen itu, spread menjadi komponen biaya implisit yang menyatu dalam kuotasi harga. Karena otomatis diperhitungkan saat pembukaan posisi, setiap transaksi baru secara alami akan memulai posisinya dengan sedikit nilai negatif.
Bagi trader aktif, akumulasi dari nilai kecil ini bisa berkembang menjadi pengeluaran bulanan yang sangat besar.
Pengaruh Akumulasi Biaya Spread terhadap Strategi dan Modal Trading
Pilihan instrumen yang diperdagangkan sangat memengaruhi besaran pengeluaran ini. Data Dewan Emas Dunia periode Februari 2025 hingga Februari 2026 mencatat bahwa rata-rata spread pasar spot berada di angka 0,02 persen untuk emas (XAUUSD) dan 0,09 persen untuk perak (XAGUSD).