Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Iran membalas dengan melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di kawasan tersebut. Iran juga memperketat kendalinya atas Selat Hormuz.
Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai tercapai pada 8 April. Pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani MoU mengenai penghentian perang di kawasan tersebut di semua front.
Berdasarkan MoU itu, kedua negara dijadwalkan menggelar perundingan dalam kurun waktu 60 hari, dengan tenggat pada 17 Agustus, guna mencapai kesepakatan final mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi.
Namun, keduanya gagal mencapai kemajuan yang memadai menuju kesepakatan, sementara ketegangan terus meningkat.