NADIKABAR.COM β€” Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia membidik nilai ekspor nikel Indonesia menembus 45 miliar hingga 50 miliar dolar AS pada 2026.

Target tersebut didorong melalui kebijakan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.

"Ekspor nikel kita di tahun 2023 itu mencapai 34 miliar US dolar, dan saya targetkan di tahun 2026 itu harus melebihi 40 miliar US dolar, mungkin sekitar kurang lebih 45 sampai 50 miliar US dolar," katanya dalam forum Bali Tech Week 2026 di Sanur, Denpasar, Senin.

Bahlil mengatakan hilirisasi menjadi instrumen penting untuk mengubah pola ekonomi Indonesia dari ketergantungan pada ekspor bahan mentah menuju industrialisasi yang menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.

β€œIni adalah sebuah langkah maju untuk bagaimana menciptakan nilai tambah terhadap komoditas kita,” kata Bahlil.

Menurutnya, kebijakan hilirisasi merupakan bagian dari upaya Indonesia mengelola sumber daya alam untuk kepentingan nasional.