"Terkait dengan hilirisasi, sekarang kita sudah meletakkan 28 komoditas hilirisasi dengan total investasi kurang lebih sekitar 618 miliar US dolar sampai dengan 2040. Dan ini adalah pemacu pertumbuhan ekonomi kita untuk bisa kita dorong mencapai sekitar di atas 6 persen sampai dengan 8 persen," katanya.
Untuk itu, Indonesia perlu menggeser sumber pertumbuhan dari konsumsi menuju kegiatan ekonomi yang lebih produktif.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.
Menurutnya, kekayaan alam Indonesia harus memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Melalui percepatan hilirisasi, pemerintah menargetkan Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku dunia, tetapi juga pemain industri yang mampu memperoleh manfaat lebih besar dari pengolahan sumber daya alamnya sendiri.