Bahlil pun menyampaikan, saat ini kapasitas produksi dan cadangan nikel yang ada telah mencapai sekitar 2,5 juta. Kondisi tersebut dinilai telah menciptakan oversupply sehingga harga nikel mengalami tekanan.

"Dan industri-industri yang menghasilkan setengah jadi ini, kita lagi mengkaji kalau memang kita sudah terjadi oversupply untuk dunia, sekarang kan kita yang dari kebutuhan dan cadangan sekarang ada 2,5 juta. Ini kan oversupply, makanya harganya lagi jatuh," katanya.