Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10), Prabowo meminta pemerintah mengutamakan kepentingan nasional dan menyelamatkan sumber daya alam Indonesia.

Bahlil sebelumnya juga membuka peluang tidak memperpanjang ekspor gas ke negara tetangga karena pasokan perlu diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri.

"Saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga karena harus survival kan, harus penuhi kebutuhan dalam negeri," kata Bahlil saat itu.

Sementara itu, Kementerian Energi, Perdagangan dan Industri (METI) Singapura sebelumnya memberikan klarifikasi atas pernyataan Bahlil mengenai LNG Indonesia yang diduga dijual kembali oleh perusahaan berbasis di Singapura ke negara lain.

METI menyatakan kargo LNG yang diperdagangkan perusahaan-perusahaan berbasis di Singapura umumnya dikirim langsung dari negara asal ke negara tujuan dan tidak melewati wilayah Singapura secara fisik.

Kementerian tersebut juga menyebut gas alam yang diimpor dari Indonesia melalui pipa ditujukan untuk kebutuhan domestik Singapura, bukan untuk diekspor kembali.

Sebelumnya, Indonesia mulai memangkas ekspor gas alam melalui pipa ke Singapura pada 24 Oktober. Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) menyebut pengurangan pasokan mencapai sekitar 17 miliar British thermal unit per hari selama 18 hari atau kurang dari 2 persen kebutuhan gas harian Singapura.

Bahlil menyatakan pengurangan pasokan tersebut masih berada dalam batas minimum yang diatur dalam perjanjian dan tidak melanggar kewajiban kontraktual Indonesia.