NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, tak bisa tidur nyenyak. Ia pusing karena harus mengamankan pasokan minyak mentah nasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.
Bahlil menjelaskan perang di kawasan Timur Tengah yang sudah melibatkan Arab Saudi berdampak serius terhadap jalur distribusi utama minyak dunia, termasuk penutupan Selat Hormuz. Padahal, sebagian besar pasokan minyak mentah Indonesia turut diimpor melalui jalur laut tersebut.
"Dulu kita punya, 23% crude kita dari Selat Hormuz. Sekarang dengan Arab Saudi lagi kena begini lagi, nambah lagi. Makanya Menteri ESDM nggak bisa tidur terlalu panjang karena lobi minyak di mana-mana," kata Bahlil dalam acara Rakernas III HIPPI Tahun 2026 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Akibatnya pemerintah terpaksa mengalihkan rute pasokan minyak mentah atau crude oil dari kawasan Timur Tengah ke negara-negara, termasuk yang berada di kawasan Afrika demi menjaga ketahanan energi dalam negeri.