Untuk itu, Pertamina memanfaatkan kapal sebagai penampungan terapung (floating storage) guna menyalurkan BBM ke daerah tujuan lewat jalur darat.
Dalam jangka panjang, RDMP Balikpapan diharapkan memperkuat pasokan BBM nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Proyek Strategis Nasional ini bernilai investasi 7,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp126 triliun, salah satu investasi BUMN terbesar di satu lokasi.
Setelah beroperasi penuh, kilang ini diharapkan memenuhi 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional, sehingga pasokan bagi masyarakat makin kuat dan ketergantungan pada impor BBM dapat terus ditekan, sejalan dengan visi Asta Cita.