NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) menembus US$100 per barel.
"Kita tahu bahwa kondisi global sampai dengan sekarang kondisinya semakin tidak menentu. Hari ini, ICP sudah tembus di angka US$100 per barel, di angka US$106, US$105 per barel," ujar Bahlil usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10).
Kendati demikian, Bahlil menerangkan rata-rata ICP sejak awal tahun hingga Oktober masih di kisaran US$91-US$92 per barel. Pada September lalu, Kementerian ESDM menetapkan ICP sebesar US$112,81 per barel.
ICP sendiri merupakan salah satu asumsi makro yang digunakan dalam menyusun APBN, terutama dalam perhitungan penerimaan negara dari sektor hulu migas serta subsidi.