Namun, karena ada dua storage penampungan BBM di Bali, yaitu di Terminal BBM di Manggis Kabupaten Karangasem dan Terminal BBM Pesanggaran, di Kota Denpasar. Tetapi, untuk volume kuota BBM di Terminal BBM Pesanggaran tidak sebesar di Terminal BBM di Manggis.

"Kalau di Pesanggaran ini kurang lebih sekitar 4 sampai 5 hari cadangannya. Kemudian di Manggis itu di atas 11 hari. Nah, dalam rangka untuk mempercepat proses ini, sekarang saya meminta kepada Pertamina untuk menaikkan statusnya yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari," jelasnya.

Ia juga menyebutkan, saat rapat koordinasi di Jakarta, pihaknya mengaku sudah meminta untuk percepatan distribusi BBM dari Jawa ke Bali yang tadinya kapal minyak cuma 3 kapal sekarang kapal yang sudah melayani ada 7 kapal minyak.

"Dengan demikian, maka bisa kita melakukan uraian perlahan-lahan. Memang ini kejadian teknis yang terjadi pada manajemen internal arus logistik yang ada pada Pertamina. Tapi apapun itu masih bagian yang harus kita tanggung jawab bersama-sama," jelasnya.

Ia juga menyatakan, bahwa telah mendapatkan laporan baik dari Gubernur Bali dan Kapolda Bali dan juga dari general manager Pertamina di Bali, bahwa semua SPBU di Bali sudah berjalan normal atau tidak ada antrean panjang yang signifikan.