"Ini kita akan jaga ritmenya terus. Sekarang cadangan di Bali 11-12 hari, saya mau tingkatkan menjadi 15 hari. Jadi kapal saya tambah 7 untuk mensuplai," ujarnya.

Ia menyampaikan, dari sejak hari Kamis (15/10) pihaknya sudah meminta kepada Dirut Pertamina untuk menambah transportasi dari Jawa ke Bali.

"Untuk Bali, cadangan BBM kita untuk Pertalite itu untuk 11 sampai 12 hari. Jadi sudah enggak ada isu menyangkut Pertalite. Kalau yang lainnya itu semua di atas standar nasional. Memang kalau BBM solar C48, itu di atas 6 hari. Dan itu kan tidak kita lakukan impor. Tapi kalau Pertalite itu sebagian kita lakukan impor, tapi kalau solar kita tidak lagi melakukan impor," katanya.

Ia menerangkan, tentu setelah cadangan 15 hari terus disalurkan akan terus berlanjut hingga tidak terjadi antrean panjang di Bali.

"15 hari itu kan kapasitas tangki, jadi dia itu (BBM) datang terus. Seperti kita mandi di bak, di bak air di rumah kita. Kapasitas kita mungkin 2 ton, habis itu kan diisi lagi, kira-kira begitu. Bukan berarti 15 hari itu habis, enggak. Dia bergulir terus, datang terus," katanya.