"148 kargo itu setara dengan 1.480 MM. Itu yang kita kirim. Tapi keyakinan saya bahwa pengiriman 148 kargo itu tidak semuanya itu dipakai untuk kepentingan Singapura, tapi sebagian dijadikan sebagai trading, untuk kemudian diekspor lagi ke negara lain. Tapi ada sebagian pasti untuk konsumsi mereka," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Meski begitu, Bahlil menyampaikan bahwa saat ini Indonesia belum berencana memangkas eskpor LNG ke Singapura. Hal ini karena kebutuhan LNG dalam negeri masih mencukupi.
"Nanti kita lihat perkembangannya lah, ya. Kan kita harus memprioritaskan kepentingan domestik kita, tapi kalau domestik kita sudah cukup, saya pikir kita harus juga mengirim ekspor ke negara lain," terang Bahlil.