NADIKABAR.COM — Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) minyak nasional.
Hal itu dalam rangka menyimpan cadangan energi untuk memenuhi kebutuhan selama 90 hari atau mendekati standar minimum internasional.
Ia mengatakan pembangunan storage itu diarahkan untuk meningkatkan ketahanan energi Indonesia mendekati standar minimum cadangan energi internasional.
"Standar minimum dunia itu kan di tiga bulan, 90 hari. Jadi kita akan mendekati ke sana. Minimal kalau tidak sama, minimal mendekati ke sana," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/11).