Mereka juga bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan internasional, khususnya situasi di Timur Tengah serta upaya untuk mengatasi berbagai tantangan yang sedang berlangsung.
Raja Hamad menyambut baik kemajuan dalam hubungan bilateral, seraya menyoroti perjanjian kerja sama pertahanan yang ditandatangani saat kunjungannya ke Prancis pada Februari sebagai langkah menuju kerja sama yang lebih luas di bidang keamanan, energi, dan teknologi.
Dia menekankan pentingnya menghormati kedaulatan negara, menjunjung tinggi hukum internasional, dan menyelesaikan krisis melalui dialog.
Menurut BNA, Macron menyerukan perluasan kerja sama dalam kapabilitas pertahanan dan industri militer, sekaligus menekankan penguatan hubungan di sektor energi.
Presiden Prancis tersebut kemudian bertolak dari Manama menuju Doha dan tiba pada Selasa malam, menurut kantor berita resmi Qatar, QNA.