Rangkaian kunjungan Macron ke kawasan Teluk, yang berlangsung pada 19-21 Oktober, juga mencakup kunjungan ke Kuwait dan Uni Emirat Arab.
Pihak kepresidenan Prancis menyatakan bahwa kunjungan-kunjungan itu bertujuan untuk memperkuat kemitraan strategis dan ekonomi, sekaligus mendorong stabilitas regional, keamanan energi, dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz.
Kunjungan itu dilakukan di tengah ketegangan regional menyusul perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Teheran merespons dengan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) di seluruh kawasan serta menutup Selat Hormuz, sementara Washington kemudian menerapkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia