Ia menjelaskan prosesdue diligence yang tengah berjalan diperkirakan sulit rampung sesuai target yang direncanakan. Karena itu, skenario cadangan mesti disiapkan agar keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak terganggu apabila tenggat waktu penyelesaian tidak dapat dieksekusi tepat waktu.

"Itu termasuk hal yang masih dalam proses, proses penyelesaian. Dan mereka dalam proses karena ini sifatnya dalam prosesdue diligence. Karena itu, kita melihat bahwa potensi tidak tercapai di 15 September itu cukup besar," paparnya.

Selain menyoroti penyelesaian utang KCIC, ia juga menekankan agar KAI, PT Bukit Asam, Danantara, dan Badan Pengelola BUMN menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang selama ini kerap berulang. Ia meminta Danantara selaku pemegang saham KAI dan Bukit Asam untuk turut menyupervisi penyelesaian persoalan tersebut bersama Badan Pengelola BUMN.