NADIKABAR.COM — Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Fithra Faisal Hastiadi menilai tantangan ekonomi yang akan dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming pada tahun ketiga adalah mengubah momentum pertumbuhan menjadi transformasi struktural yang lebih produktif, dan berkelanjutan.
Menurutnya, tantangan tersebut semakin besar di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi dinamika geopolitik, votalitas harga energi, tekanan inflasi, serta perkembangan pasar keuangan internasional.
"Jika dua tahun pertama merupakan fase membangun fondasi, maka tahun ketiga harus menjadi momentum memperkuat efek pengganda dari transformasi tersebut," kata Fithra kepada NadiKabar di Jakarta, Selasa.
Ekonom asal Universitas Indonesia (UI) ini, mengatakan pemerintah perlu memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dari angka produk domestik bruto (PDB), tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas nasional, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan memperkuat daya beli masyarakat.
Fithra melihat perkembangan investasi sebagai salah satu sinyal positif bagi perekonomian Indonesia.
Pada triwulan I 2026, pertumbuhan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mencapai 5,96 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,61 persen.