Edwin menjelaskan, pengembangan ekosistem digital membutuhkan kolaborasi pemerintah, industri, pendiri startup, investor, akademisi, dan komunitas. Melalui pertemuan lintas sektor, berbagai gagasan diharapkan dapat berkembang menjadi proyek dan peluang bisnis yang memberikan manfaat nyata.
Salah satu wadah yang dimanfaatkan adalah HUB.ID, program yang mempertemukan startup dengan investor dan perusahaan untuk menjembatani inovasi dengan kebutuhan bisnis. Dalam rangkaian Bali Tech Week 2026, lebih dari 900 pertemuan formal telah dijadwalkan melalui program tersebut, di luar pertemuan informal antarpeserta.
"Bali Tech Week bukan hanya rangkaian diskusi atau ajang menampilkan teknologi, melainkan ruang untuk pertemuan terarah, penjajakan bisnis, pembahasan kebijakan, dan pertukaran gagasan antara peserta lokal dan internasional," kata Edwin.
Bali Tech Week 2026 disebut menghadirkan rata-rata 1.800 peserta setiap hari. Sebanyak 27% peserta berasal dari luar negeri, dengan keterwakilan lebih dari 35 negara.
Rangkaian acara ini juga melibatkan lebih dari 200 pembicara, lebih dari 80 startup, serta lebih dari 100 investor, yang dipertemukan dalam 13 agenda teknologi. Topik yang dibahas mencakup pengembangan startup, investasi, kecerdasan artifisial (AI), gim, keamanan siber, aset digital, hingga kebijakan digital.