Penambahan dua pesawat BOEING 737-800SF dalam rangka memperkuat armada kargo udara nasional Black Stone Airlines, dari enam pesawat yang sudah beroperasi sejak 2022.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar menjelaskan tantangan terbesar industri penerbangan kargo Indonesia adalah menciptakan ekosistem yang membuat angkutan udara kompetitif dibandingkan dengan moda laut dan darat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat barang yang diangkut melalui angkutan udara domestik sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 671,1 ribu ton. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan dengan 2024, dengan pertumbuhan hanya sekitar 0,01%. Pada Desember 2025, angkutan udara domestik bahkan mencatat 57 ribu ton barang, naik 4,97% secara tahunan.

Kondisi tersebut menunjukkan potensi pasar yang masih besar. Namun, pengembangan bisnis kargo udara perlu didukung oleh efisiensi biaya, kepastian jadwal, fasilitas pergudangan, layanan ground handling, serta konektivitas antarmoda yang lebih baik.

"Yang dibutuhkan industri adalah konsep dari pintu pabrik sampai pintu konsumen atau pasar ekspor. Pesawat kargo harus terkoneksi dengan pusat produksi, kawasan industri, fulfillment center, gudang berikat, pelabuhan dan jaringan distribusi. Dengan begitu, kargo udara menjadi bagian dari rantai pasok, bukan sekadar alat memindahkan barang dari satu bandara ke bandara lain," kata Bamsoet.

Menurut Bamsoet, perubahan struktur industri Indonesia akan menciptakan jenis permintaan baru bagi penerbangan kargo. Hilirisasi mineral, farmasi, produk elektronik, komponen otomotif, high-tech manufacturing, hasil perikanan segar dan produk pertanian bernilai tinggi membutuhkan sistem logistik yang lebih cepat.