NADIKABAR.COM — Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) RI mengatakan koreksi dari perusahaan riset investasi global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), tetap diterima sebagai evaluasi yang serius terhadap pasar saham Indonesia.

Sebab, Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyatakan pengumuman MSCI terhadap Bursa Saham Indonesia (BEI) pada Kamis (15/10), laksana 'petir di siang bolong' yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 11,57 persen.

"Saham-saham bigcap dan bluechip yang selama ini menggambarkan nilai pasar dan fundamentalitasnya kuat menjadi tak berdaya, beberapa di antaranya malah terjun di angka 14 bahkan hampir 15 persen," ucap Said dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Ia berharap tindakan MSCI tersebut semata-mata untuk tujuan mulia, yakni membenahi tata kelola bursa saham Indonesia.

Namun, dia mengingatkan MSCI bukan kelembagaan agama, tempat kebenaran esensial melekat serta para pengurus MSCI bukan nabi yang memiliki otoritas tunggal dan paling sempurna.

Karena itu, menurut Said, Indonesia juga boleh kritis terhadap mereka lantaran BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam laporan kinerjanya, telah menghadap ke DPR secara bertahap menjalankan berbagai saran kebijakan dari MSCI.

Selain itu, ia menuturkan bahwa BEI, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan OJK juga sudah proaktif membangun komunikasi dengan MSCI.