"Ekonomi kreatif tidak tumbuh dalam ruang yang terpisah. Kita membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, kreator, komunitas, akademisi, investor, dan mitra internasional untuk membuka akses terhadap pasar, investasi, teknologi, dan pengembangan kekayaan intelektual. Karena itu, WCCE 2026 kami dorong agar tidak berhenti pada dialog, tetapi menghasilkan koneksi dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi ekosistem ekonomi kreatif," ujar Irene.
Selain konferensi utama, WCCE 2026 juga menghadirkan Creativillage, yang berlangsung pada 21-25 Oktober 2026 di kawasan SCBD sebagai ruang pengalaman kreatif yang terbuka bagi masyarakat. Rangkaian Creativillage meliputi Soul of Indonesia di Akasta SCBD pada 21 Oktober, Village One di Ashta District 8 dan Village Two di MGP Space, SCBD Park pada 21-25 Oktober, serta WCCE Weekland di SCBD pada 24-25 Oktober 2026.
Berbagai kegiatan tersebut menghadirkan karya dari beragam subsektor ekonomi kreatif, mulai dari seni, desain, fesyen, literatur, permainan, kekayaan intelektual, teknologi, kuliner, hingga produk kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.
Rangkaian WCCE 2026 juga beriringan dengan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober sebagai bagian dari semangat OktoberKreasi, yang mengajak daerah dan pelaku ekonomi kreatif untuk menghidupkan ruang kreatif, memperkenalkan karya, membangun jejaring, dan memperluas peluang kolaborasi.