Keterlibatan Bank Artha Graha Internasional di WCCE 2026 difokuskan pada tiga pilar utama akses pembiayaan & Permodalan membuka peluang inklusi keuangan dan pendanaan fleksibel bagi pengusaha kreatif. Solusi digital dan transaksi menyediakan ekosistem pembayaran modern yang mempermudah transaksi bisnis antarnegara serta pemberdayaan UMKM Kreatif mendorong program pendampingan bisnis agar produk lokal memenuhi standar pasar internasional.

Pada sesi kegiatan edukasi literasi keuangan yang digelar pada 23 Oktober 2026 di MGP Space SCBD menyoroti pentingnya adaptasi strategi finansial bagi tiga generasi lintas usia, yakni Gen Alpha, Gen Z, dan Milenial, dalam menghadapi tantangan dinamika ekonomi tahun 2026. Melalui pendekatan 'Saving More, Living Better', Head Regional Bank Artha Graha Internasional Lily Pangestu menekankan bahwa menabung bukan berarti memangkas kualitas hidup, melainkan mengelola alokasi dana secara bijak demi stabilitas finansial jangka panjang.

"Ekonomi kreatif merupakan salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi masa depan Indonesia. Keterlibatan kami sebagai Strategic Partner di WCCE 2026 bukan sekadar dukungan finansial, melainkan bentuk kolaborasi nyata untuk membuka jalan bagi para kreator dan wirausahawan lokal dalam mengakses jaringan, pasar, dan investasi global," ujar Direktur Bank Artha Graha Internasional Selvy Hutomo.

Bank Artha Graha Internasional siap menyediakan dukungan akses perbankan terintegrasi, pembiayaan berkelanjutan, serta solusi transaksi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan para pelaku usaha kreatif, mulai dari skala UMKM hingga taraf global. Melalui kolaborasi ini, Bank Artha Graha Internasional berharap dapat mempercepat pertumbuhan ekosistem kreatif nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di pasar global.