NADIKABAR.COM — bank bjb memperkuat kemitraan dengan Wanoja Coffee untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor perkebunan kopi di Jawa Barat. Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pelepasan ekspor 19.200 kilogram kopi Wanoja ke Arab Saudi dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,017 miliar.

"Melalui pendekatan kemitraan, bank bjb mendorong agar akses terhadap pembiayaan dapat mendukung aktivitas produktif petani, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pengembangan usaha setelah panen," ujar Corporate Secretary bank bjb Irwan Riswandi dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan pelepasan ekspor berlangsung di Center of Excellence, Korporasi Petani Kopi, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (27/10/2026).

Acara tersebut dihadiri Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania yang mewakili Bupati Bandung, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk Ayi Subarna beserta jajaran, Kepala Divisi Implementasi KEKDA BI Provinsi Jawa Barat Yon Widiyono, Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten Yudha Suswardhanto, serta Founder Wanoja Coffee Hj Ety Sumiati.

Ekspor tersebut menjadi bagian dari pengembangan pasar Wanoja Coffee sekaligus membuka peluang bagi produk perkebunan lokal untuk bersaing di pasar internasional. Melalui kemitraan ini, bank bjb turut mendukung peningkatan kapasitas usaha dan kesejahteraan petani kopi.

Wanoja Coffee merupakan usaha berbadan hukum CV Wanoja Patra Jaya yang didirikan Hj Ety Sumiati pada 2012. Usaha ini berawal dari inisiatif mengembangkan perkebunan kopi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kampung Sangkan, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Dalam perkembangannya, Wanoja Coffee mengintegrasikan kegiatan budidaya, pendampingan petani, pengolahan, hingga pemasaran. Usaha tersebut mengelola lahan seluas 118 hektare, terdiri atas 20 hektare lahan milik sendiri dan 98 hektare lahan garapan petani di lahan Perhutani.

Kegiatan usaha Wanoja Coffee melibatkan jaringan petani yang membudidayakan varietas utama Andung Sari dan Lini S. Kapasitas produksinya mencapai sekitar 70 ton green bean per tahun.

Bagi bank bjb, sektor perkebunan memiliki potensi untuk dikembangkan melalui dukungan pembiayaan dan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Salah satu bentuk kerja sama dengan Wanoja Coffee dilakukan melalui pola referral pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani mitra binaan.

Dalam skema tersebut, Wanoja Coffee merekomendasikan petani kepada bank bjb untuk mengajukan pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, proses persetujuan dan penyaluran kredit tetap dilakukan berdasarkan prosedur serta penilaian bank.

Setelah pembiayaan dicairkan, dana untuk kebutuhan budidaya dikelola melalui mekanisme yang disepakati, termasuk pemindahbukuan berdasarkan surat kuasa dari petani. Dana tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan produksi, seperti pembelian bibit, pupuk, pembayaran upah tenaga kerja, dan kebutuhan budidaya lainnya selama satu siklus produksi.

Wanoja Coffee juga melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala kepada petani mitra, mulai dari masa budidaya hingga panen. Hasil panen berupa cherry maupun beans kemudian dibeli oleh Wanoja Coffee sesuai harga yang telah disepakati sebelumnya.

Sepanjang 2022 hingga 2026, kerja sama tersebut tercatat menghasilkan 90 fasilitas pembiayaan bagi petani mitra binaan Wanoja Coffee dengan total penyaluran mencapai Rp 6,635 miliar.

Dari sisi penjualan, volume kopi Wanoja Coffee tercatat sebanyak 25 ton pada 2022, meningkat menjadi 35 ton pada 2023, dan mencapai 80 ton pada 2024. Pada periode yang sama, porsi ekspor juga meningkat dari 10 persen pada 2022 menjadi 17 persen pada 2023, kemudian mencapai 63 persen pada 2024.

Produk Wanoja Coffee telah menjangkau sejumlah pasar internasional, antara lain Jepang, Dubai, Thailand, Jerman, negara-negara di Eropa, Qatar, Belanda, Arab Saudi, Taiwan, Malaysia, dan Australia.

Ke depan, kemitraan bank bjb dan Wanoja Coffee berpeluang dikembangkan melalui program PESAT yang mencakup literasi keuangan, pelatihan, pendampingan, serta fasilitasi keikutsertaan dalam pameran atau expo. Program tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperluas jaringan dan memperkenalkan produknya kepada calon mitra bisnis.

Kerja sama juga dapat diperluas melalui pemanfaatan layanan perbankan untuk transaksi operasional, tabungan, dan giro. Seiring meningkatnya aktivitas ekspor, tersedia pula peluang pengembangan layanan perdagangan internasional, seperti trade finance, transaksi valuta asing, pengelolaan risiko nilai tukar, serta dukungan modal kerja terkait pesanan ekspor sesuai kebutuhan dan kelayakan usaha.

Selain itu, pengembangan kemitraan mencakup pengenalan produk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) bagi pengelola, pekerja, maupun anggota jaringan Wanoja Coffee.

Melalui kerja sama tersebut, bank bjb mendorong pengembangan usaha kopi lokal agar memiliki kapasitas produksi dan akses pasar yang lebih luas. Upaya ini juga diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi berkelanjutan bagi petani dan masyarakat yang bergantung pada sektor perkebunan.

Informasi lebih lanjut mengenai bank bjb dapat diperoleh melalui situs resmi www.bankbjb.co.id, kanal media sosial resmi bank bjb, serta layanan bjb Call 14049.

bank bjb berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).