Bank bjb juga melanjutkan implementasi Commercial Business Centre (CBC) untuk meningkatkan efektivitas proses penyaluran kredit sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi bank bjb mencapai Rp155,6 triliun per September 2026. Jumlah tersebut terdiri atas kontribusi perusahaan anak sebesar Rp31,4 triliun dan bank only sebesar Rp124,2 triliun.
Adapun rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,8 persen, sedangkan rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) berada di level 44,9 persen.
Untuk memperkuat struktur pendanaan, bank bjb terus mendorong akuisisi nasabah, memperluas kerja sama payroll, serta meningkatkan aktivitas transaksi. Transformasi digital juga menjadi salah satu upaya perusahaan dalam memperluas basis nasabah.
Melalui kanal digital, pembukaan rekening baru bank bjb berada pada kisaran 7.000 hingga 12.000 rekening setiap bulan. Pengembangan kanal tersebut diharapkan dapat mempermudah akses layanan perbankan, meningkatkan transaksi nasabah, serta mendorong pertumbuhan kontribusi dana murah secara bertahap.
Di tengah upaya ekspansi bisnis, bank bjb juga menjaga kualitas aset melalui penguatan pengelolaan risiko. Hingga September 2026, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 2,87 persen. Sementara itu, rasio Loan at Risk (LAR) berada di level 9,92 persen.
Perusahaan melanjutkan penyempurnaan proses underwriting, restrukturisasi kredit secara selektif, serta penerapan portfolio guidelines dan kebijakan pricing yang disesuaikan dengan profil risiko.
Dari aspek profitabilitas, pertumbuhan kinerja bank bjb turut ditopang oleh rekomposisi aset dan liabilitas, pengendalian biaya dana, peningkatan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income, sinergi Grup bjb, serta efisiensi operasional.
Pendapatan bunga bersih atau net interest income tercatat tumbuh 1,8 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan berbasis komisi mencapai Rp1,7 triliun. Meski demikian, perusahaan tetap mencermati potensi tekanan biaya dana seiring perkembangan suku bunga dan kondisi likuiditas.
Upaya efisiensi yang dilakukan juga mulai memberikan hasil. Beban operasional berhasil ditekan sekitar 2 persen, sehingga mendorong pertumbuhan laba operasional sebelum pencadangan kerugian penurunan nilai atau Pre-Provision Operating Profit (PPOP) lebih dari 5,5 persen secara tahunan.