Di sisi lain, bank bjb tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dengan membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) secara konservatif sebesar Rp692 miliar. Pembentukan cadangan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi risiko pada portofolio kredit perusahaan.

Kombinasi penguatan pendapatan, efisiensi biaya, dan pengelolaan risiko tersebut turut menopang pencapaian laba bersih bank bjb sebesar Rp1,1 triliun hingga September 2026. Pertumbuhan sebesar 37,3 persen secara tahunan ini mencerminkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas aset, dan profitabilitas.

Memasuki triwulan IV 2026, bank bjb akan melanjutkan strategi growth with quality dengan memperkuat penghimpunan dana murah, mengendalikan biaya dana, serta mengoptimalkan pertumbuhan kredit secara selektif.

Perusahaan juga akan meningkatkan pendapatan berbasis komisi, melanjutkan efisiensi operasional, memperkuat proses pemulihan kredit bermasalah, dan meningkatkan kualitas underwriting untuk menjaga keberlanjutan kinerja bisnis.

Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna menegaskan bahwa konsistensi strategi dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja perusahaan.

Dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, prinsip kehati-hatian, dan orientasi pada kebutuhan nasabah, bank bjb terus memperkuat fondasi bisnis untuk menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang di industri perbankan.

Bank bjb menyatakan akan terus menjalankan pengelolaan bisnis secara prudent dan transparan dengan memperhatikan ketentuan regulator serta kepentingan nasabah, investor, dan seluruh pemangku kepentingan.

Informasi mengenai kinerja dan perkembangan perusahaan dapat diakses melalui situs resmi bank bjb di www.bankbjb.co.id, kanal media sosial resmi, serta layanan bjb Call 14049.

Bank bjb merupakan lembaga perbankan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta menjadi peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).