NADIKABAR.COM — bank bjb mencatatkan pertumbuhan laba yang positif hingga September 2026. Melalui strategi growth with quality, bank bjb berfokus pada penyaluran kredit secara selektif, penguatan dana murah, pengelolaan biaya dana, peningkatan pendapatan berbasis komisi, serta efisiensi operasional dan pengelolaan risiko.

Kinerja tersebut disampaikan dalam Earnings Call Triwulan III Tahun Buku 2026 yang berlangsung di Bandung, Kamis (29/10), dan diikuti oleh investor serta analis pasar modal.

Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna mengatakan, sebagai entitas pengendali Grup bjb yang membawahi tiga perusahaan anak perbankan dan dua lembaga keuangan nonbank, hingga September 2026 bank bjb secara konsolidasi membukukan total aset sebesar Rp219,7 triliun.

"Perusahaan anak memberikan kontribusi aset sebesar Rp44,9 triliun atau sekitar 20 persen terhadap total aset konsolidasi Grup bjb," kata Ayi Subarna dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).

Dia menjelaskan, dari sisi intermediasi, total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp142,3 triliun dengan penyaluran kredit bank only sebesar Rp112,9 triliun. Secara kuartalan, outstanding kredit bank only meningkat Rp1,8 triliun dibandingkan posisi triwulan sebelumnya.

Segmen konsumer tetap menjadi kontributor terbesar dalam portofolio kredit bank only, dengan outstanding sebesar Rp74,4 triliun atau sekitar 66 persen dari total kredit. Pengembangan kredit konsumer juga dilakukan melalui produk digital KGB Pisan.

"Hingga September 2026, outstanding KGB Pisan mencapai Rp271,4 miliar, tumbuh 39,4 persen secara kuartalan dan 216,6 persen secara tahunan. Perseroan terus memperluas kerja sama payroll dan mengoptimalkan penyaluran kredit kepada institusi yang memiliki perjanjian kerja sama, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan profil risiko debitur," tuturnya.