Dia menjelaskan, pada segmen kredit produktif, portofolio mulai menunjukkan pertumbuhan secara kuartalan. Outstanding segmen corporate meningkat Rp1 triliun atau 7,0 persen dibandingkan triwulan sebelumnya, sedangkan segmen commercial meningkat Rp495 miliar atau 4,2 persen.
"Ekspansi dilakukan secara selektif pada sektor yang profil bisnis dan risikonya dipahami Perseroan, antara lain aktivitas keuangan, pinjaman daerah, perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi. Perseroan juga melanjutkan implementasi Commercial Business Centre (CBC) untuk meningkatkan efektivitas proses kredit dan memperkuat tata kelola," tuturnya.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi per September 2026 tercatat sebesar Rp155,6 triliun, terdiri atas kontribusi perusahaan anak sebesar Rp31,4 triliun dan bank only sebesar Rp124,2 triliun. Loan to Deposit Ratio (LDR) berada pada level 86,8 persen, sedangkan rasio Current Account Saving Account (CASA) tercatat sebesar 44,9 persen.
"Untuk memperkuat basis pendanaan, bank bjb terus mendorong akuisisi nasabah, perluasan kerja sama payroll, dan peningkatan aktivitas transaksi. Transformasi digital turut mendukung perluasan basis nasabah," ungkapnya.
Melalui kanal digital, pembukaan rekening baru berada pada kisaran 7.000 hingga 12.000 rekening setiap bulan. Kanal tersebut terus dikembangkan untuk memudahkan akses layanan dan mendorong aktivitas transaksi yang diharapkan dapat meningkatkan kontribusi dana murah secara bertahap.
Dari sisi kualitas aset, per September 2026 rasio NPL tercatat sebesar 2,87 persen, sementara Loan at Risk (LAR) berada pada level 9,92 persen. bank bjb juga melanjutkan penyempurnaan underwriting, restrukturisasi secara selektif, serta penerapan portfolio guidelines dan pricing yang mempertimbangkan profil risiko.
Dari sisi profitabilitas, kinerja hingga September 2026 didukung oleh rekomposisi aset dan liabilitas, pengelolaan biaya dana, peningkatan fee-based income, sinergi Grup bjb, serta efisiensi operasional.