Menurutnya, lingkungan industri perbankan yang semakin dinamis membutuhkan perusahaan yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pengelolaan risiko, kepatuhan, pelayanan, serta penciptaan nilai secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, bank bjb terus menempatkan GCG sebagai salah satu fondasi utama dalam menjalankan kegiatan usaha. Prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran menjadi bagian penting dalam membangun proses pengambilan keputusan yang sehat dan bertanggung jawab.
Penerapan tata kelola yang kuat juga menjadi elemen penting dalam menjaga kualitas kinerja bank bjb. Dengan tata kelola yang semakin baik, perusahaan dapat memastikan bahwa pengembangan bisnis tetap dilakukan dengan memperhatikan aspek kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang terukur.
Ayi menyampaikan, pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan tata kelola yang kuat. Setiap langkah strategis bank bjb difokuskan guna memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi perusahaan, nasabah, pemegang saham, maupun masyarakat.
Di tengah dinamika industri perbankan dan perubahan ekspektasi masyarakat, bank bjb juga terus memberikan perhatian terhadap kualitas pengalaman dan kepuasan nasabah. Bagi bank bjb, kepercayaan nasabah merupakan salah satu indikator penting dari keberhasilan perusahaan dalam menjalankan bisnis perbankan.
Oleh karena itu, penguatan tata kelola tidak hanya diterapkan pada aspek korporasi dan pengambilan keputusan, tetapi juga tercermin dalam upaya memberikan layanan yang semakin berkualitas, aman, mudah, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah.