"Kepercayaan nasabah adalah aset yang sangat penting bagi bank. Karena itu, kami terus berupaya memastikan bahwa transformasi dan pengembangan layanan tetap berlandaskan pada tata kelola, keamanan, kualitas layanan, serta kebutuhan nasabah," ujar Ayi.
Pengakuan dari IICD juga menjadi pengingat bahwa kualitas tata kelola harus terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan bisnis dan ekspektasi pasar. bank bjb melihat penghargaan tersebut bukan sebagai titik akhir, melainkan sebagai motivasi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan standar tata kelola perusahaan.
Dari perspektif pasar modal, penerapan GCG yang konsisten memiliki peran strategis dalam membangun persepsi positif terhadap perusahaan. Tata kelola yang baik dapat memperkuat transparansi, meningkatkan akuntabilitas, serta memberikan dasar yang lebih kuat bagi pemangku kepentingan dalam menilai keberlanjutan perusahaan.
Bagi bank bjb, masuknya perusahaan dalam jajaran Top 50 Emiten MidCap menjadi apresiasi terhadap perjalanan perusahaan dalam memperkuat praktik tata kelola sekaligus menjaga kesinambungan kinerja. Pengakuan ini juga memperkuat semangat seluruh insan bank bjb untuk terus menghadirkan kinerja yang sehat dan bertanggung jawab.
Ke depan, bank bjb akan terus memperkuat implementasi GCG melalui peningkatan kualitas proses bisnis, penguatan manajemen risiko, kepatuhan, transparansi, serta pengembangan sumber daya manusia. Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk memastikan perusahaan mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
Dengan fondasi tata kelola yang kuat, bank bjb optimistis dapat terus menjaga kinerja, memperkuat kepercayaan pasar, meningkatkan kualitas hubungan dengan nasabah, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan masyarakat.