"Kami memperkirakan akan ada satu kali lagi kenaikan suku bunga menjelang akhir tahun ini, namun setelah itu siklus pengetatan tersebut akan berakhir," jelasnya lagi.
Frederic menjelaskan berkat langkah agresif dari BI, stabilitas nilai tukar rupiah saat ini sudah mulai terlihat dan terbukti mampu menarik kembali arus modal asing (capital inflows) masuk ke pasar keuangan domestik. Ke depan, pergerakan mata uang Garuda diproyeksikan relatif terbatas.
"Anda sudah melihat adanya stabilitas pada nilai tukar rupiah dan kembalinya arus modal masuk. Jadi kami memperkirakan bahwa pada tahun depan, pergerakan nilai tukar rupiah akan berada dalam kisaran yang relatif sempit," Frederic.
Ia menambahkan jika terdapat penyesuaian kebijakan di luar kenaikan suku bunga acuan tersebut, BI diperkirakan hanya perlu memanfaatkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) secara berkala untuk menyerap likuiditas.